Wae Rebo Labuan Bajo, Desa Tradisional di Atas Awan

Wae Rebo Labuan Bajo, Desa Tradisional di Atas Awan
Advertisement

Desa Wae Rebo Labuan Bajo ini dijuluki sebagai desa di atas awan karena letaknya yang berada di atas pegunungan. Penduduk asli desa ini sebenarnya bukan dari Flores melainkan dari Minangkabau Sumatera Barat. Kok bisa letaknya di manggarai barat nusa tenggara timur ya?

Jadi, nenek moyang mereka yang bernama Empo Maro merupakan orang asli Minangkabau. Menurut cerita sebelum menetap di Desa Wae Rebo, Empo maro melakukan perantauan ke beberapa daerah. Meskipun penduduk desa ini merupakan keturanan orang minang, tapi jangan heran jika mereka tidak memiliki nama orang minang pada umumnya.

Wae rebo village from labuan bajo ini konon sudah bertahan hingga 19 generasi, tak heran UNESCO menobatkan sebagai salah satu warisan budaya dunia. sangat banyak sejarah dan adat istiadat yang kamu dapatkan ketika berkunjung ke desa wae rebo. Suasana pedesaan yang begitu damai di pegunungan membuat udara yang ada di desa ini begitu sejuk.

Tak hanya itu keunikan desa desa wae rebo labuan bajo ini juga terdapat pada 7 rumah utama yang berbentuk kerucut menyerupai topi Harry Potter. Penduduk desa menyebutnya dengan Mbaru Niang yang merupakan rumah adat Desa Wae Rebo.

Fyi, salah satu dari ketujuh rumah utama ini, memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan niang lainnya. Atau biasa disebut dengan Niang Gendang Maro. Rumah adat ini di khususkan untuk segala urusan adat dan juga rumah yang dijadikan sebagai penerima tamu.

Mbaru Niang memiliki 3 tingkatan utama. pertama adalah bagian kolong rumah yang melambangkan dunia orang mati. Kemudian, pada bagian tengah Niang disebut Lutur. Bagian niang ini digunakan untuk berbagai aktifitas seperti upacara adat, tempat musyawarah,tempat berbaring jenazah dan tempat menerima tamu. Dan bagian ke tiga digunakan untuk menyimpan hasil panen dan konon katanya di bagian rumah ini terdapat altar suci yang disebut hekang kode sebagai tempat persembahan bagi leluhur.

Saat berkunjung ke wae rebo dari labuan bajo kamu akan di sambut ramah oleh para penduduk desa, kamu juga dapat melihat keseharian penduduk desa yang mayoritas bertani kopi dan menenun kain.

Selain itu cara menuju wae rebo dari labuan bajo yang cocok pada bulan November. Kamu akan mendapatkan pengalaman dua kali lipat. Karena kamu dapat bonus bisa menyaksikan Upacara Adat Penti yang hanya dilakukan sekali dalam setahun.

Hal unik yang perlu kamu tahu nih, saat memasuki kawasan Wae Rebo para wisatawan harus membunyikan kentongan pertanda ada tamu yang berkunjung. hmm, begitu ya tradisinya..

Saat tiba di Wae Rebo, kamu akan disambut Ramah oleh penduduk desa. Sebelum mengelilingi desa, kita harus melakukan ritual Pa’u. Maksud dari ritual ini yaitu meminta izin pada leluhur yang dipimpin oleh ketua adat desa.Kemudian dilanjutkan dengan pemberian Flores Coffee sebagai “Welcome Drink” untuk kamu dari penduduk desa. wah asyik ya!

Saat ritual selesai kamu dapat berkeliling desa. Menikmati asrinya desa wae rebo dan jangan lupa foto-foto untuk mengabadikan moment perjalanan kamu di Desa Adat Wae Rebo ini.

Oiya, Jangan lupa ya guys, meskipun penduduk desa Wae Rebo ramah, para wisatawan harus tetap mematuhi aturan yang ada pada desa ini. Ibarat pepatah, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.. Ingat kan yak sama pepatah itu..hehe
Nah makin penasarankan dengan Desa Adat Wae Rebo. Jadi ayo rencanakan liburan mu saat ini. Jangan lupa untuk menyesuaikan waktu kunjungan mu dengan upacara yang dilakukan sekali dalam setahun di desa Wae Rebo ini ya. Ajak teman dan keluarga kamu untuk berkunjung agar liburan mu lebih berkesan bersama orang-orang terdekatmu. Kini wisata Labuan Bajo bisa kamu nikmati dengan cara Open Trip maupun Private Trip loh.

Dahh yukk,,, Wisata Labuan Bajo masukin ke bucket list liburanmu!

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *