Pro Kontra Pengembangan Danau Toba Sebagai Wisata yang Muslim Friendly

Pro Kontra Pengembangan Danau Toba Sebagai Wisata yang Muslim Friendly
Advertisement

Saat ini sedang marak sekali pembicaraan mengenai pengembangan Danau Toba sebagai wisata muslim friendly, hal ini tentunya sangat menarik sekali untuk diulik dimana Danau Toba merupakan salah satu tempat wisata yang banyak menarik perhatian orang. Tidak heran jika setiap harinya bahkan tiap hari libur pun tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan, dimana tidak hanya dari dalam maupun luar Sumatera Utara. Hal ini tidak mengherankan mengingat danau ini sangat indah sekali, sehingga tidak aneh lagi jika bias membuat banyak orang menjadikan tempat ini menjadi tempat untuk berlibur. Apalagi tempat ini juga merupakan salah satu wisata Indonesia mirip luar negri, sehingga sangat wajib untuk dikunjungi.

Kontra dalam Pengembangan Wisata Muslim Friendly di Danau Toba

Pengembangan wisata di Danau Toba ini pastinya tidak terlepas dari protes dari masyarakat sekitar, sebab tujuan awal dari pengembangan ini adalah menggunakan konsep wisata halal. Salah satu aturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumatera Utara yaitu Eddy Rahmayadi adalah larangan proses pemotongan babi di sembarangan tempat yang berada di kawasan Danau Toba. Hal ini tentunya mendapatkan pertentangan dari masyarakat sekitar, hal ini tidaklah mengherankan mengingat babi merupakan salah satu hewan yang berhubungan dengan adat istiadat masyarakat di sekitar. Jadi tidak heran jika dalam adat upacara masyarakat Batak pasti menggunakan babi, sehingga hal inilah yang menyebabkan gesekan dengan masyarakat sekitar. Sebab hal ini bisa menganggu kearifan lokal masyarakat sekitar, apalagi beberapa masyarakat sekitar beranggapan bahwa Gubernur lebih baik fokus dalam upaya menjaga kelestarian Danau Toba dibandingkan dengan menggunakan konsep ini. Mengingat terdapat beberapa jenis perusakan dan pencemaran yang terjadi.

Mengenal lebih dalam Mengenai Wisata Muslim Friendly di Danau Toba

Tentunya karena terdapat banyak protes dari lapisan masyarakat maka ada banyak hal yang harus Anda ketahui mengenai wisata muslim friendly di Danau Toba ini. Menurut Pemprov Sumatera Utara sendiri, sebenarnya terdapat kesalahan terminologi atau istilah dalam konsep ini sehingga menimbulkan kontra pada masyarakat sekitar. Sebenarnya terminologi yang tepat digunakan bukan wisata halal namun yang lebih tepat adalah wisata muslim friendly. Tentunya konsep ini berbeda dengan konsep wisata halal yang digunakan pada NTB, Sumatera Barat, dan Aceh. Untuk konsep wisata muslim friendly sendiri nantinya para wisatawan muslim bisa dengan mudah mendapatkan makanan yang halal maupun mudah dalam mendapatkan tempat beribadah. Hal ini bertujuan agar Danau Toba bisa menyedot perhatian wisatawan muslim dari seluruh dunia, sehingga bisa tertarik untuk berkunjung. Oleh sebab itu agar tidak salah paham maka ada baiknya mengetahui lebih dalam mengenai pengembangan Danau Toba sebagai wisata muslim friendly.

 

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *