Mewujudkan Responsible Tourism Indonesia Dari Berbagai Sektor Wisata

Mewujudkan Responsible Tourism Indonesia Dari Berbagai Sektor Wisata
Advertisement

“Jangan Meninggalkan Apapun selain Jejak! Jangan Mengambil Apapun selain Foto! Jangan Membunuh apapun selain Waktu!” menjadi salah satu kode etik pecinta alam yang sudah selayaknya dipahami dan dijadikan tips traveling bagi anda para traveler. Di luar itupun, masih banyak etika tidak tertulis yang sudah seharusnya disadari oleh para wisatawan domestic maupun manca negara ketika mengunjungi tempat-tempat wisata. Namun di luar itu, pengembangan Responsible tourism Indonesia juga tidak lepas dari peranserta para pengusaha di bidang wisata. Meskipun banyak tempat wisata dibuka demi tujuan komersil, namun para pelaku usaha yang berhulu pada sector pariwisata tentu wajib ikutserta dalam mewujudkan pariwisata yang bertanggung jawab ini.

Bagaimanapun keberlangsungan kehidupan manusia tidak dapat dilepas dari kondisi alam. Pariwisata yang bertanggung jawab tentunya juga memerhatikan hal tersebut. Tidak sertamerta mengeksploitasi lahan, mengubah ekosistem menjadi lahan wisata, ataupun pembuangan limbah wisata yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, untuk mewujudkan konsep ini maka membutuhkan peranserta seluruh pihak, baik pengelola wisata maupun wisatawan itu sendiri. Tujuan utama dari konsep responsible tourisem sebagai mana yang dituangkan dalam Cape Town Declaration adalah membuat tempat tinggal yang lebih baik untuk manusia dan tempat yang lebih baik untuk dikunjungi. Oleh karena itu, kebutuhan  wisatatidak hanya sekedar untuk hiburan dan kebutuhan ekonomi saat ini, namun diharapkan juga membangun hal-hal yang lebih baik untuk masa depan. Berikut ini jenis-jenis wisata yang dapatdikategorikan sebagai Responsible Tourism Indonesia :

  1. Agro tourism

Agro tourism merupakan wisata berbasis agraria yang menjadi salah satu hal yang dahulu sering di banggakan negara ini. Untuk mewujudkan responsible tourism Indonesia, sector agro tourism ini tentu juga harus ikut diangkat. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak wisata yang berbasis alam seperti adventure park, outbond park, taman bunga, serta destinasi wisata alam selalu berada di dekat area pertanian. Dari laut hingga ke pegunungan, Indonesia memiliki kekayaan dan keragaman di sector pertanian ini.

Sudah selayaknya bidang pertanian ini dimasukan dalam paket-paket wisata, sebagai wujud dari pariwisata yang bertanggung jawab. Mengajak para petani untuk terlibat dalam wisata edukatif berbasis agraria ini tentusaja tidak hanya menguntungkan pengelola wisata dan petani saja; dalam hal ini juga mendorong para pelaku pertanian juga memerhatikan kelestarian ladangnya agar dapat menjadi investasi wisata dan ekonomi jangka panjang.

  1. Cultural Tourism

Selain negara yang agraris, Indonesia juga merupakan negara dengan kekayaan budaya. Berbagai kesenian tradisional menjadi kekayaan masyarakat yang khas dan otentik. Ditengah laju teknologi dan perekonomian ini, bidang budaya dan tradisi sering terabaikan. Mulai dari   senitari, batik, wayang, pahat patung, hingga tradisi khusus suatu masyarakat merupakan keragaman budaya yang dimiliki bangsa ini.

Pariwisata yang bertanggung jawab juga tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan. Contohnya adalah Bali, dimana wisata jenis ini tidak hanya memerhatikan kepuasan rekreasi di objek-objek wisata saja. Banyak tempat wisata halal di bali memberikan paket wisata lengkap bagi para wisatawan, seperti di Pura Agung Uluwatu. Selain melihat situs pura yang menawan, pemandangan tepi pantai yang indah, wisatawan juga masih ditawarkan untuk menikmati pertunjukan budaya tari kecak.

  1. Village Ecotourism

Perkembangan wisata saat ini berada pada tren yang lebih memerhatikan masyarakat dari perkotaan sebagai segmentasi pasarnya. Tidak heran bila objek wisata alam, air, serta taman rekreasi dan permainan menjadi hal yang paling marak berkembang. Namun pariwisata yang berkeadilan ini sudah seharusnya ikut mengangkat kehidupan masyarakat di sekitar objek wisata. Misalnya saja tempat-tempat wisata alam seperti top selfi atau hutanpinus, dimana banyak wisatawan akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di tempat tersebut.

Oleh karena itu, dalam rangka responsible tourism Indonesia tentu sudah seharusnya pariwisata di desa juga melibatkan penduduk desa. Bukan mengubah pola hidup masyarakat desa untuk mengikuti tuntutan wisata, melainkan mengajak wisatawan merasakan kehidupan pedesaan. Konsep homestay dan desa wisata bisa menjadi contoh pengembangan pola pariwisata yang bertanggung jawab sekaligus meningkatkan perekonomian dari warga desa.

  1. Religious Tourism

Menjadikan agama sebagai bagian dari wisata juga bukan hal yang tabu. Salah satu contohnya adalah wisata religi ziarah. Di Indonesia banyak sekali situs-situs peziarahan untuk berbagai agama yang bisa dikunjungi oleh umum. Tentu saja, dalam konsep wisata yang bertanggung jawab peziarah tetap menjadi prioritas utama, namun tidak memungkiri bahwa tempat ziarah tersebut dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.

Contoh wisata agama adalah candi Borobudur. Candi Borobudur menjadi sebuah situs agama Budha di Indonesia yang memiliki daya tarik bagi masyarakat umum maupun wisatawan asing. Dalam konteks religious tourism, Borobudur menjadi lokasi peziarahan umat Budha, namun terbuka untuk umum. Terlebih lagi ketika perayaan Waisak, masyarakat umum diajak berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan lampion kendati tidak ikut dalam prosesi perayaannya.

  1. Education Tourism

Banyak wisata berbasis edukasi yang saat ini marak dibuka, dengan sasaran umumnya adalah anak-anak. Padahal Education tourism bisa menyasar kepada siapa saja, sebab edukasi sendiri bisa dilakukan untuk berbagai tujuan dan tergantung dari objek edukasi yang ingin disampaikan. Education Tourism yang telah ada dan berjalan adalah Taman Pintar di Yogyakarta. Secara umum tempat wisata edukasi ini menawarkan permainan sekaligus mempelajari berbagai ilmu pengetahuan alam dengan cara yang menyenangkan.

Namun edukasi tidak melulu tentang ilmu pengetahuan alam. Saat ini yang menjadi tantangan bagi para pengelola wisata adalah memasukan sisi edukasi dalam berbagai sector wisata. Misalnya saja edukasi tentang pengelolaan sampah wisata, edukasi tentang kesadaran wisata, dan bahkan edukasi tentang etika berwisata. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran wisata yang lebih baik untuk tujuan kehidupan di masa depan.

  1. Culinary Tourism

Masyarakat Indonesia memiliki keragaman kuliner yang tidak terbatas. Buktinya, di setiap daerah selalu ditemukan makanankhas. Mungkin bagi masyarakat lokal, keragaman kuliner sudah menjadi hal yang biasa. Namun melestarikan kuliner khas atau kuliner tradisional juga penting untuk dilakukan. Dalam perkembangan pariwisata, kuliner menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan sebab tentu saja setiap wisatawan membutuhkan makan. Bahkan banyak wisatawan mancanegara tergoda dan jatuh cinta dengan makanan khas Indonesia seperti Rendang Padang, Bakmi Jawa, hingga Kupat Tahu Magelang. Bagituris asing yang melakukan wisata halal di Indonesia, Ayam Betutu khas Bali menjadi salah satu kuliner favorit mereka.

  1. Disaster Tourism

Anda tentu pernah mengetahui tentang Bunker Kali Adem Yogyakarta, Ground Zero di Bali, serta Museum Tsunami di Aceh. Objek-objek wisata tersebut merupakan destinasi disaster tourism atau wisata bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Wisata ini termasuk dalam responsible tourism Indonesia karena biasanya   Indonesia yang bertujuan untuk mengingatkan wisata wanakan pentingnya menghargai dan menjaga alam dari eksploitasi berlebih.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *