Fakta Desa Cancar Labuan Bajo Yang Unik dan Bersejarah

Fakta Desa Cancar Labuan Bajo Yang Unik dan Bersejarah
Advertisement

Ketika mendengar wisata Labuan Bajo akan selalu terbesit wisata bahari dan pantainya yang menakjubkan. Keragaman gugusan pulau dan pantainya yang masih terjaga kebersihannya serta keelokan setiap sudut suasanya disana. Huh, pastinya bakalan buat kita selalu rindu untuk pelesir kesana.

Namun, jangan salah Labuan Bajo masih menyuguhkan wisata surga lainnya. Keindahan itu bisa kita temui di destinasi wisata yang satu ini. Desa Cancar Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur atau lebih tepatnya di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Desa ini memiliki ciri khas tersendiri. Penasaran kan seperti apa? 
Desa Cancar Manggarai masyarakatnya dikenal masih menjaga kearifan lokal dan keasrian alam. Selama perjalanan kamu tidak akan merasakan kepenatan. Kenapa? Karena kamu lagi-lagi akan dibuat takjub dengan bentang alam disana. Sehingga seakan-akan jarak 100 kilometer tak akan terasa.

Sebelum masuk lebih dalam ke Desa Cancar. Ada baiknya kita singgah dahulu menikmati eksotisnya pusat Kota Ruteng Cancar. Kota yang menyimpan keunikan saksi sejaraah pendudukan Kolonial Belanda. 

Menyibak sejarah singkat Kota Ruteng membawa kita kembali ke era Kolonial Belanda. Disinilah kita dapat mengenang sejarah awal pendirian administrasi pendudukan Kolonialisme Belanda di wilayah Manggarai. Dan pastinya menjadi saksi bisu perjuangan perlawanan heroik rakyat Manggarai. Kota Ruteng merupakan kota di dataran tinggi dengan suhu yang sangat sejuk. Hal ini memberikan ketenangan tersendiri bagi setiap wisatawan yang datang. 

Tidak disitu saja, masih ada destinasi yang hanya ada satu di dunia ini, loh. Bila kita pernah mendengar fenomena crop circle kita akan di suguhkan dengan penampakan secara alaminya disini. Kawasan persawahan tradisional ini berbentuk layaknya jaring laba – laba (spider web) atau Sawah Lodok Cancar.Kawasan ini letaknya 20 km sebelah barat kota Ruteng, tepatnya di Desa Cancar. Kita bisa menempuhnya dengan waktu 15 – 20 menit. Pemandangan seperti ini akan sangat menarik untuk feed Instagram mu kan? katccaa!

Tau nggak, Persawahan Lodok Cancar ini oleh masyarakat merupakan persawahan adat yang sangat dijaga loh. Masyarakat lokal menyebutnya Lingko.

Lingko ini merupakan sistem pembagian sawah yang bermula dari titik tengah. Nah, Lodok itulah yang dipahami sebagai pusat lingko, yaitu areal kebun ataupun sawah yang bentuknya sebuah bundaran. Wah, unik ya?

Gimana dah siap buat berangkat liburan ke Labuan Bajo sekarang?


Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *